Uji Aktivitas Tanaman Pangotan (Microsorium beurgerianum (Miq.) Ching) Sebagai Antiinflamasi Secara Invitro dengan Metode HRBC (Human Red Blood Cell)

Authors

  • Belinda Arbitya Dewi, M.Farm., Apt a:1:{s:5:"en_US";s:27:"STIKES RAJEKWESI BOJONEGORO";}
  • Rony Setianto
  • Faradina Rosita

Abstract

Tanaman pangotan merupakan salah satu dari tumbuhan paku yang dapat tumbuh secara melata dan menjalar. Kandungan kimia yang terdapat dalam tumbuhan pangotan adalah alkaloid, saponin, dan polifenol.  Polifenol dapat menghambat siklooksigenase atau lipooksigenase dan menghambat akumulasi leukosit di darah sehingga dapat menjadi antiinflamasi. Inflamasi adalah suatu respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh kerusakan pada jaringan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tumbuhan pangotan ((Microsorium beurgerianum (Miq.) Ching)) sebagai antiinflamasi dengan secara invitro dengan metode HRBC (Human Red Blood Cell). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode HRBC (Human Red Blood Cell) atau stabilitas membran sel.Tanaman pangotan mempunyai aktivitas antiinflamasi yang mempunyai nilai UV dan ICF.  Hasil dari penelitian tanaman pangotan memiliki nilai IC50 sebesar 673,44 ppm. Nilai IC50 sering digunakan untuk uji penghambatan pembentukan inflamasi. Semakin kecil IC50 maka semakin efektif sampel tersebut untuk menghambat pembentukan inflamasi. Pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi 2000 ppm ekstrak etanol 96% pangotan mampu menstabilkan membran sel darah merah sebesar 65,27 % dibandingkan dengan kontrol negatif 100 ppm natrium diklofenak  mampu menstabilkan membran sel darah merah sebesar 20,28%.

Published

2021-02-10