Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun Pangotan (Microsorium beurgerianum (Miq.) Ching) terhadap tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi karagenan

Authors

  • Rony Setianto Stikes Rajekwesi Bojonegoro
  • Belinda Arbitya Dewi
  • Faradina Rosita

Abstract

Tanaman pangotan ((Microsorium beurgerianum (Miq.) Ching)) termasuk salah satu jenis tanaman yang mudah tumbuh didesa Gondang Bojonegoro. Tanaman tersebut dapat digunakan sebagai antiinflamasi karena mengandung saponin, alkaloid dan polifenol. Saponin dan tanin memiliki komponen untuk mengikat kation, sehingga menstabilkan membran eritrosit dan makromolekul lainnya. Polifenol dapat menghambat siklooksigenase atau lipooksigenase dan menghambat akumulasi leukosit di darah sehingga dapat menjadi antiinflamasi. Inflamasi adalah suatu respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh kerusakan pada jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tumbuhan pangotan ((Microsorium beurgerianum (Miq.) Ching)) sebagai antiinflamasi dengan secara invivo dengan induksi karagenan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode induksi karagenan. Tanaman pangotan mempunyai aktivitas antiinflamasi yang mempunyai nilai UV dan ICF.  Hasil dari penelitian tanaman pangotan memiliki persentase daya antiinflamasi ekstrak pangotan dengan dosis 560 mg/kg BB dengan pembanding kontrol positif metil prednisolon yang mempunyai daya inflamasi sebesar 44.94%.

Published

2021-02-10